Journey to the West
16 Oktober 2019 - 22 Juni 2025
Orthostar
"Jumlah angkatan kami berlima, sama seperti sudut pada bintang, kami berharap bisa bersinar dan berguna untuk yang lain"
Menjalani 5,5 tahun perjalanan panjang sebagai PPDS Orthopaedi di Surabaya, banyak hal yang kami dapatkan. Pendidikan yang dijalankan layaknya pendidikan pada shaolin / kungfu dengan target membentuk individu yang disiplin, sehat dan memiliki karakter yang kuat.
Sama seperti kungfu, selalu ada tingkatan yang harus dicapai untuk menjadi master. Di awal, mungkin kita akan jadi "pekerja kasar" dahulu. Menyiapkan alat dan tempat supaya level atas bisa berlatih dengan baik. Ketika ilmu dan skill meningkat, makan pekerjaan dan tanggung jawab dalam berlatih menjadi lebih tinggi. Kita mulai mendalami ilmu dasar kungfu, bertahap hingga ilmu lanjutan sampai menjadi seorang master.
Mungkin bagi beberapa orang, sistem pendidikan seperti ini dianggap sebagai suatu pembully an atau terlalu menjunjung tinggi hierarki. Namun, karakter seorang dokter bedah memang harus dibentuk dan ditempa dengan beban yang cukup berat. Karena kita akan jadi pemegang pisau, yang menentukan suatu tindakan dan bertanggung jawab penuh atas apa yang kita lakukan pada sesama. Kita perlu dilatih supaya bisa melakukan tindakan se optimal mungkin, dengan kondisi yang tidak optimal. Diwajibkan bagi kita untuk berpikir dan bertindak cepat dalam kondisi emergency yang butuh segera ditangani. Jika pendidikan karakter tersebut tidak dibiasakan sejak awal, akan berimbas kepada pasien sendiri. Apa jadinya jika dokter bedah tidak mau operasi tengah malam padahal kondisi tersebut mengancam nyawa pasien? Apa jadinya jika dokter bedah tidak bisa bertindak cepat dan tenang saat menangani perdarahan dalam operasi?
Oleh karena itu, dalam 5,5 tahun perjalanan, selalu ada cerita di setiap harinya. Dibalik semua beban pendidikan dan tanggung jawab, akan selalu ada banyak teman, baik kakak kelas maupun adik kelas dengan mimpi yang sama. Tawa, canda, tangis, amarah, lelah, setiap hari kami lalui demi mengejar tujuan yang sama, demi bisa membantu dan bermanfaat bagi sesama ke depannya.
Pelayanan demi pelayanan dilalui. Ruangan, Kamar Operasi, Poli, hingga evaluasi mingguan yang dijalankan setiap hari Jum'at (Visite besar dan Weekly) diharapkan bisa memberikan ilmu kepada kami. Seperti kutipan dari Tong Sam Cong "Kosong adalah isi, isi adalah kosong", semakin kita merasa kosong, ilmu itu akan masuk mengisi cangkir kita. Selama kita merasa penuh akan isi, ilmu tidak akan bisa masuk, jadilah kita sebagai orang yang kosong. Begitulah prinsip yang dijalankan, semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak juga yang kita tidak tahu. Semakin ingin kita mencari dan mempelajari ketidaktahuan tersebut.
Pada akhirnya kami berlima telah selesai menjalani pendidikan tersebut. Ilmu dan pendidikan karakter tersebut akan selalu jadi pedoman bagi kami. Dalam sudut pandang yang lain, justru ini awal mula bagi kami untuk membantu sesama di daerah. Seperti Journey to the West, perjalanan panjang untuk menemukan jati diri dan mendapatkan "kitab suci". Setelah itu tercapai, lalu apa? Tentunya menyebarkan dan mengamalkan ilmu yang selama ini kami dapatkan tersebut.
Semoga semangat kami tetap terjaga seperti saat perjalanan dulu, selalu mengembangkan diri dan memberikan manfaat untuk orang yang membutuhkan.

Komentar
Posting Komentar